Informasi dan kegiatan terbaru dari desa
Pemerintah Desa Maju Jaya menggelar kegiatan Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka membahas rencana pembangunan infrastruktur desa untuk tahun anggaran 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa pada Rabu (22/01) dan dihadiri oleh perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, serta perwakilan warga dari setiap dusun. Musyawarah desa ini bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pembangunan yang dianggap paling prioritas. Beberapa usulan yang disampaikan warga antara lain perbaikan jalan lingkungan, pembangunan saluran drainase, peningkatan fasilitas balai desa, serta pengadaan lampu penerangan jalan umum. Kepala Desa Maju Jaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa musyawarah desa merupakan bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan desa yang bersifat partisipatif. Setiap usulan yang disampaikan akan dicatat dan dipertimbangkan sesuai dengan skala prioritas serta ketersediaan anggaran desa. “Melalui musyawarah desa ini, kami berharap pembangunan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung,” ujarnya. Selama kegiatan berlangsung, suasana musyawarah berjalan dengan tertib dan penuh keterbukaan. Warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, saran, maupun kritik secara langsung. Hasil musyawarah desa ini selanjutnya akan dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) sebagai dasar pelaksanaan pembangunan pada tahun mendatang. Pemerintah desa berharap dengan adanya partisipasi aktif dari masyarakat, pembangunan desa dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan bersama.
Pemerintah Desa Tunas Harapan melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan sosial kepada warga yang berhak menerima pada Senin (20/01). Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa dan dihadiri oleh perangkat desa, ketua RT/RW, serta masyarakat penerima bantuan. Penyaluran bantuan dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah desa dalam membantu meringankan beban ekonomi warga. Bantuan sosial yang disalurkan berupa paket sembako dan bantuan tunai yang bersumber dari anggaran desa serta program bantuan pemerintah. Proses penyaluran dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh penerima mendapatkan haknya secara adil dan tepat sasaran. Data penerima bantuan telah melalui proses verifikasi sebelumnya oleh perangkat desa bersama ketua RT setempat. Kepala Desa Tunas Harapan menyampaikan bahwa transparansi menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pendataan dan penyaluran bantuan dilakukan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. “Pemerintah desa berkomitmen untuk menyalurkan bantuan ini secara jujur dan bertanggung jawab. Kami berharap bantuan ini dapat membantu kebutuhan sehari-hari warga,” ujarnya. Warga penerima bantuan menyambut kegiatan ini dengan penuh rasa syukur. Mereka berharap program bantuan sosial dapat terus berlanjut dan tepat sasaran, terutama bagi warga yang membutuhkan. Pemerintah desa juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan saling menghormati selama proses penyaluran berlangsung. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat semakin erat serta mampu menciptakan rasa keadilan dan kebersamaan di lingkungan Desa Tunas Harapan.
Penduduk Desa Sumber Makmur, Kecamatan Gandasari, melaksanakan kegiatan Aksi Bersih Desa yang diadakan pada Sabtu pagi (17/01). Kegiatan ini melibatkan ratusan warga dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, yang bersama-sama membersihkan area publik seperti jalan desa, selokan, hingga taman umum. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menciptakan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga desa. “Kegiatan ini bukan hanya soal membersihkan sampah, tapi juga tentang membangun kesadaran kita semua akan pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Kepala Desa Sumber Makmur saat membuka acara. Para peserta diberikan edukasi singkat mengenai cara memilah sampah organik dan non-organik serta pentingnya menjaga kebersihan di sekitar rumah masing-masing. Acara ini juga dimeriahkan dengan pembagian sarung tangan, kantong sampah, serta alat kerja lain untuk membantu aksi bersih-bersih berjalan lancar. Relawan dari Karang Taruna setempat turut memberi contoh kepada anak-anak bagaimana cara memilah sampah yang benar agar bisa didaur ulang. Selain itu, para ibu juga mendapatkan brosur tentang cara mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos. Partisipasi masyarakat sangat tinggi terlihat dari antusiasme warga yang datang sejak pagi. Sebagian membawa alat kebersihan sendiri, sebagian lagi membantu dalam penyusunan hasil kerja di titik pengumpulan. Kegiatan ini ditutup dengan pembagian penghargaan simbolis kepada kelompok warga yang paling aktif berpartisipasi. Dengan adanya kegiatan bersih desa ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya kebersihan dan pelestarian lingkungan semakin tumbuh di kalangan warga Sumber Makmur. Pemerintah desa juga berencana menjadwalkan program lanjutan seperti bank sampah dan penanaman pohon di beberapa titik strategis desa.
Pemerintah Desa Mekarsari kembali melaksanakan kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak di wilayah desa. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis pagi (16/01) dan bertempat di Balai Dusun Mekar Tengah, dengan dihadiri oleh ibu hamil, balita, serta kader kesehatan desa. Posyandu merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan dan menjadi salah satu program penting dalam bidang kesehatan masyarakat. Pada kegiatan kali ini, layanan yang diberikan meliputi penimbangan balita, pengukuran tinggi badan, pemberian vitamin, imunisasi, serta pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil. Bidan Desa Mekarsari, Ibu Lina Wulandari, menjelaskan bahwa kegiatan posyandu sangat penting untuk memantau tumbuh kembang anak sejak dini. Melalui posyandu, kondisi kesehatan balita dapat terdeteksi lebih awal sehingga dapat segera ditangani apabila ditemukan gangguan pertumbuhan atau masalah gizi. “Dengan kehadiran rutin ibu dan anak di posyandu, kita bisa mencegah stunting dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan,” jelasnya. Selain pelayanan kesehatan, kegiatan posyandu juga diisi dengan penyuluhan singkat mengenai pola asuh anak, pemberian makanan bergizi, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Para kader posyandu tampak aktif membantu jalannya kegiatan, mulai dari pencatatan data hingga pendampingan peserta. Kepala Desa Mekarsari menyampaikan apresiasi kepada para kader posyandu yang telah berperan aktif dalam mendukung program kesehatan desa. Pemerintah desa berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan posyandu melalui penyediaan fasilitas dan sarana pendukung demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.
Pemerintah Desa Harapan Jaya menggelar kegiatan Pelatihan Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi warga desa pada Selasa (14/01). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan, khususnya bagi pelaku UMKM pemula. Pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Harapan Jaya ini diikuti oleh puluhan warga dari berbagai dusun. Peserta terdiri dari pelaku usaha makanan rumahan, kerajinan tangan, hingga warga yang baru berencana memulai usaha. Materi pelatihan meliputi pengelolaan keuangan sederhana, strategi pemasaran produk, pengemasan yang menarik, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Kepala Desa Harapan Jaya, Ibu Siti Rahmawati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian desa. Ia berharap melalui pelatihan ini, masyarakat dapat lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. “Desa memiliki banyak potensi, baik dari hasil pertanian maupun kreativitas masyarakat. Dengan pelatihan ini, kami berharap warga dapat mengolah potensi tersebut menjadi produk bernilai jual,” ujarnya. Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan terkait kendala yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha, seperti permodalan, pemasaran, dan perizinan. Narasumber memberikan solusi praktis yang dapat langsung diterapkan oleh peserta dalam kegiatan usaha sehari-hari. Pemerintah desa berencana untuk melakukan pendampingan lanjutan bagi peserta pelatihan, termasuk membantu promosi produk UMKM melalui website desa dan media sosial resmi desa. Dengan adanya program ini, diharapkan UMKM Desa Harapan Jaya dapat berkembang dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Warga Desa Sukamaju, Kecamatan Mulyorejo, kembali menunjukkan semangat kebersamaan melalui kegiatan gotong royong perbaikan jalan lingkungan yang dilaksanakan pada Minggu pagi (12/01). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi infrastruktur desa yang mulai mengalami kerusakan dan mengganggu aktivitas sehari-hari warga. Perbaikan jalan difokuskan pada ruas jalan sepanjang kurang lebih 300 meter yang menghubungkan permukiman warga dengan area persawahan. Jalan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah akibat curah hujan tinggi dalam beberapa bulan terakhir, sehingga menyulitkan akses petani saat mengangkut hasil panen serta aktivitas warga lainnya. Kepala Desa Sukamaju, Bapak Ahmad Suryanto, menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan inisiatif bersama antara pemerintah desa dan masyarakat. Ia menambahkan bahwa keterbatasan anggaran desa tidak menjadi penghalang untuk tetap melakukan perbaikan, selama masih dapat dikerjakan secara swadaya dengan melibatkan warga setempat. “Gotong royong ini menjadi bukti bahwa rasa kebersamaan dan kepedulian sosial warga Desa Sukamaju masih sangat kuat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya desa,” ujar beliau. Selain warga, kegiatan ini juga melibatkan perangkat desa serta anggota Karang Taruna. Mereka bahu-membahu menyiapkan material, melakukan pengecoran sederhana, dan meratakan permukaan jalan agar lebih aman dilalui. Para ibu-ibu desa turut berpartisipasi dengan menyiapkan konsumsi bagi para peserta gotong royong. Dengan adanya perbaikan jalan ini, masyarakat berharap akses transportasi menjadi lebih lancar dan aman, terutama bagi petani dan anak-anak sekolah. Pemerintah desa juga berencana mengusulkan peningkatan jalan tersebut ke program pembangunan desa agar dapat diperbaiki secara permanen di masa mendatang.