Bonto Daeng, 13 Januari 2026 — Mahasiswa Universitas Hasanuddin yang tergabung
dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 mengambil langkah
inovatif dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui program “Budidaya Ikan
dalam Ember (BUDIKDAMBER)” di Desa Bonto Daeng.
Program yang diprakarsai oleh Risa Yuliani Lubis ini dirancang untuk memberikan
solusi praktis bagi warga dalam memproduksi sumber protein hewani dan sayuran secara
mandiri di lahan terbatas. Budikdamber merupakan teknik akuaponik sederhana yang
menggabungkan budidaya ikan (biasanya lele) dan tanaman sayuran (seperti kangkung) dalam
satu wadah ember.
Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap, diawali dengan sosialisasi mengenai konsep
ketahanan pangan lokal, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi teknis pembuatan media
Budikdamber. Risa Yuliani Lubis mendampingi warga dalam menyiapkan alat dan bahan,
mulai dari pelubangan tutup ember untuk gelas plastik bibit kangkung, pemberian media tanam
arang, hingga pemilihan bibit ikan lele yang berkualitas.
Inisiatif ini bertujuan agar masyarakat Desa Bonto Daeng memiliki alternatif
pemenuhan gizi yang hemat biaya namun berdampak besar. Selain sebagai sumber pangan,
program ini juga memiliki potensi ekonomi jika dikelola dalam skala yang lebih besar.
“Banyak warga yang memiliki lahan terbatas di pekarangan rumah namun ingin tetap
produktif. Dengan Budikdamber, mereka tidak hanya mendapatkan ikan, tapi juga sayuran
organik dalam satu waktu tanpa memerlukan sistem drainase yang rumit,” tutur Risa Yuliani
Lubis, Mahasiswa KKN-T Gelombang 115 Unhas.
Warga Desa Bonto Daeng merespon kegiatan ini dengan antusiasme tinggi. Ibu-ibu dan
Bapak-Bapak setempat ikut serta mempraktikkan cara merawat air dan memberikan pakan ikan
agar hasil panen maksimal.
Salah satu warga menyatakan rasa senangnya atas ilmu baru ini. “Sangat bermanfaat
karena caranya mudah dan tidak butuh tempat luas. Sekarang kami bisa punya kolam kecil di
depan rumah yang juga ada sayurnya. Terima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah
membimbing kami,” ungkapnya.
Ketua Penggerak Tim PKK turut memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas
mahasiswa. “Kami sangat mendukung program ini. Ini adalah edukasi nyata yang bisa
langsung diterapkan warga untuk membantu ekonomi rumah tangga dan kesehatan keluarga
lewat pangan mandiri,” ujarnya.
Melalui program Budikdamber ini, Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 115 berharap
dapat menghadirkan dampak yang berkelanjutan. Kemandirian pangan dari skala rumah tangga
diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa Bonto
Daeng di masa depan.