Bonto Daeng, 14 Januari 2026 — Mahasiswa Universitas Hasanuddin yang tergabung
dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 menghadirkan inovasi kreatif
dalam pengolahan potensi lokal melalui program bertajuk “Coffee Daeng” di Desa Bonto
Daeng.
Program yang dipelopori oleh Tasyha Sri Desiana ini fokus pada pemanfaatan biji kopi
Arabika sebagai bahan baku pengharum mobil alami. Inisiatif ini muncul sebagai upaya untuk
meningkatkan nilai tambah komoditas kopi lokal sekaligus memperkenalkan produk ekonomi
kreatif yang sederhana namun memiliki daya jual.
Program dilaksanakan melalui rangkaian pelatihan yang melibatkan warga setempat,
mulai dari proses pemilihan biji kopi Arabika yang berkualitas, penyangraian (roasting) untuk
mengeluarkan aroma yang kuat, hingga teknik pengemasan menggunakan kantong kain estetik
yang siap dipasarkan. Upaya ini dimaksudkan agar masyarakat Desa Bonto Daeng, khususnya para penggerak
UMKM, memahami bahwa potensi alam desa tidak hanya terbatas pada bahan mentah, tetapi
dapat diolah menjadi produk gaya hidup yang diminati pasar perkotaan.
“Biji kopi Arabika memiliki karakteristik aroma yang khas dan mampu menyerap bau
tidak sedap secara alami. Melalui 'Coffee Daeng', kami ingin menunjukkan bahwa produk lokal
desa bisa bertransformasi menjadi barang yang fungsional dan memiliki nilai ekonomis tinggi,”
tutur Tasyha Sri Desiana, Mahasiswa pelaksana program.
Beragam elemen masyarakat merespon inovasi ini dengan penuh ketertarikan. Para
pelaku usaha kecil di desa turut aktif dalam sesi pembuatan kemasan, melihat peluang ini
sebagai ide usaha mikro yang mudah diimplementasikan tanpa membutuhkan modal besar.
Salah satu warga Desa Bonto Daeng menyampaikan apresiasinya atas ide segar ini.
“Selama ini kami hanya menjual kopi untuk diminum. Ternyata bisa juga dijadikan pengharum
mobil yang aromanya sangat enak dan alami. Ini bisa jadi tambahan penghasilan bagi kami di
sini,” ungkapnya.
Kepala Desa Bonto Daeng Bapak Rahman, S.E., M.M. dan Ketua Tim Penggerak PKK
Ibu Jusnaeni, S.PD juga menyatakan dukungannya terhadap kreativitas mahasiswa KKN
Unhas. “Kami sangat mengapresiasi inovasi 'Coffee Daeng' ini. Inisiatif seperti inilah yang
dibutuhkan desa untuk memicu semangat kewirausahaan berbasis potensi lokal yang ada,”
ujarnya.
Melalui program “Coffee Daeng”, mahasiswa KKN Unhas Gelombang 115 berupaya
memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi kreatif desa. Produk ini
diharapkan tidak hanya menjadi kenang-kenangan dari masa KKN, tetapi menjadi pemicu bagi
warga untuk terus berinovasi dalam mengolah kekayaan alam Desa Bonto Daeng.